Monday, April 18, 2011

Makam Keramat Joko Jumput, Sang Pendiri kota Surabaya

Di tengah berdirinya gedung menjulang di Kota Surabaya, terdapat sejumlah makam yang hingga kini masih bertahan. Makam-makam ini tak lekang oleh waktu, ataupun terimbas oleh aksi penggusuran seperti halnya pedagang kaki lima.
Mungkin banyak yang tak tahu makam siapa sebenarnya yang masih bertahan di tengah hiruk pikuknya kota Surabaya. Salah satu makam itu adalah makam Joko Jumput.
Siapa pula itu Joko Jumput? Anda jangan pernah mengaku orang Surabaya jika tidak tahu ada banyak makam di tengah kota yang diyakini sebagai pendiri Kota Pahlawan. Makam itu adalah makam Joko Jumput yang berada di Jalan Praban, Surabaya.
Komplek makam yang kini diapit oleh pertokoan dan perkampungan itu dipercaya oleh warga sekitar merupakan makam yang keramat dan suci.
Menurut juru kunci makam, Abdul Gofar Baidowi, di dalam komplek makam itu sendiri terdapat 4 makam. Keempat makam itu adalah makam Joko Jumput dan ibu angkat dari Joko Jumput yang bernama Rondo Prabankinco. Lalu makam Putri Purbowati yang diketahui sebagai istri Joko Jumput. Putri Purbowati adalah anak raja pertama Surabaya Adipati Jayengkrono. Sedangkan makam satunya lagi adalah makam ibu kandung Joko Jumput.
Selain makam, di dalam komplek juga terdapat alat yang digunakan untuk membuat ramuan jamu yang digunakan oleh Ibu Joko Jumput semasa hidupnya yang masih tersimpan rapi di dalam makam.
Abdul bercerita, perkampungan tersebut hingga kini disebut dengan gang Kinco. Nama Kinco diambil dari nama Ibu Joko Jumput. Konon semenjak pertama kali datang ke Surabaya, Joko Jumput dengan Ibunya sudah tinggal di kawasan tersebut yang kini dikenal dengan Jl Praban.
Joko Jumput adalah seorang anak raja Mataram yang berusaha menutup jatidirinya sebagai pangeran di Surabaya. Makanya tak heran jika di sekitar makam itu masih kental dengan hal yang berbau magis.
Kenapa bisa disebut berbau mistis? Sebab dulu pernah terjadi kebakaran yang melalap habis pertokoan yang berada di samping makam, namun anehnya makam tersebut tidak ikut terbakar. Sejak saat itu, warga menganggap makam itu "sakti" dan keramat.
Dan warga yang tinggal di perkampungan Praban Gang Kinco mempercayai jika tiap Jumat malam arwah Joko Jumput sering melakukan inspeksi.
Sumber : detik.com

No comments:

Post a Comment